Mazmur 91:1-16
Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa
akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai."
Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.
Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.
Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang,
terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.
Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.
Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.
Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu,
malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu;
sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.
Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.
Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga.
"Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.
Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."
Showing posts with label faith. Show all posts
Showing posts with label faith. Show all posts
Jan 18, 2015
Mazmur 91:1-16
Dec 31, 2013
Dec 15, 2013
kehidupan baru dalam kekekalan
C.S Lewis menggambarkan konsep kekekalan dengan baik pada halaman terakhir dari "the Chronicles of Narnia", sebuah seri tujuh buku fiksi anak-anak, seperti ini :
"Bagi kita ini adalah akhir sebuah kisah... Tetapi bagi mereka itu hanyalah awal dari kisah sebenarnya. Seluruh kehidupan mereka di dunia ini... hanyalah sampul dan halaman judul: sekarang akhirnya mereka memulai Bab Satu dari Kisah Besar ini, yang belum pernah dibaca seorang pun di bumi, yang akan terus berlanjut dan yang setiap babnya lebih baik dari bab sebelumnya."
Satu-satunya waktu kebanyakan orang berpikir tentang kekekalan adalah pada saat pemakaman, dan sering hal itu bersifat dangkal, sentimental, yang didasarkan pada ketidakpahaman. Mungkin kita merasa tidak wajar berpikir tentang kematian, tetapi sebenarnya tidak sehat bagi kita unutk hidup dengan menyangkali kematian dan tidak memikirkan hal yang tidak dihindari. Hanya orang bodohlah yang melewati kehidupan tanpa bersiap untuk menghadapi apa yang tidak dapat dihindari. Kita perlu lebih banyak memikirkan tentang kekekalan.
Sama seperti sembilan bulan yang kita habiskan dalam rahim ibu kita, itu bukanlah akhir, demikian juga dengan kehidupan sekarang adalah persiapan untuk kehidupan yang akan datang. Jika kita mempunyai hubungan dengan Tuhan yang telah dipulihkan melalui Putra-Nya yang Tunggal, Yesus Kristus, kita tidak perlu takut mati karena itu adalah pintu menuju kekekalan. Seperti yang Alkitab katakan bahwa dunia ini bukanlah rumah kita, karenanya kita menantikan untuk pulang ke rumah kita di sorga.
Kematian bukanlah akhir, namun awal sebuah kehidupan baru dalam kekekalan.
"Bagi kita ini adalah akhir sebuah kisah... Tetapi bagi mereka itu hanyalah awal dari kisah sebenarnya. Seluruh kehidupan mereka di dunia ini... hanyalah sampul dan halaman judul: sekarang akhirnya mereka memulai Bab Satu dari Kisah Besar ini, yang belum pernah dibaca seorang pun di bumi, yang akan terus berlanjut dan yang setiap babnya lebih baik dari bab sebelumnya."
Satu-satunya waktu kebanyakan orang berpikir tentang kekekalan adalah pada saat pemakaman, dan sering hal itu bersifat dangkal, sentimental, yang didasarkan pada ketidakpahaman. Mungkin kita merasa tidak wajar berpikir tentang kematian, tetapi sebenarnya tidak sehat bagi kita unutk hidup dengan menyangkali kematian dan tidak memikirkan hal yang tidak dihindari. Hanya orang bodohlah yang melewati kehidupan tanpa bersiap untuk menghadapi apa yang tidak dapat dihindari. Kita perlu lebih banyak memikirkan tentang kekekalan.
Sama seperti sembilan bulan yang kita habiskan dalam rahim ibu kita, itu bukanlah akhir, demikian juga dengan kehidupan sekarang adalah persiapan untuk kehidupan yang akan datang. Jika kita mempunyai hubungan dengan Tuhan yang telah dipulihkan melalui Putra-Nya yang Tunggal, Yesus Kristus, kita tidak perlu takut mati karena itu adalah pintu menuju kekekalan. Seperti yang Alkitab katakan bahwa dunia ini bukanlah rumah kita, karenanya kita menantikan untuk pulang ke rumah kita di sorga.
Kematian bukanlah akhir, namun awal sebuah kehidupan baru dalam kekekalan.
Sep 28, 2013
Doa kepada Kristus Sang Cahaya Sejati
(†) “Ya Kristus, Sang Cahaya Sejati yang telah datang ke dalam
dunia, menerangi serta mengkuduskan setiap insan manusia. Kiranya
terang-Mu menaungi kami, sehingga kami dapat melihat Sang Cahaya Yang
Tak Terhampiri. Dan kiranya Baginda membimbing langkah-langkah kami agar bertekun dalam menjalankan perintah-perintah-Mu. Dengan perantaraan Bunda-Mu yang tersuci, dan semua orang kudus-Mu. Amin.” (†)
from post FB "Mengenal Gereja Katolik Melkit"
Subscribe to:
Posts (Atom)

