Feb 22, 2014

lets talk about 2C (commitment and character)

Beberapa waktu lalu saya mendengar bahwa umumnya perusahaan memiliki standard penilaian karyawan dinilai berdasarkan komitmen dan karakter. Kompetisi bukan yang utama karena keahlian dapat diasah. Karakter dan komitmen yang kuat merupakan faktor utama yang dilihat dari seseorang.

Melatih seseorang untuk bertanggung jawab, bukan lah sesuatu yg instant, tp dapat dengan mudah dilakukan, yakni dengan rajin dan ketekunan.

Komitmen dan karakter membentuk suatu standard seseorang. Melakukan suatu hal dengan inisiatif diatas rata-rata yg ada, merupakan contoh dari bentuk karakter dan komitmen yg baik. Karena pada waktunya, seseorang yg teruji akan tampak lebih menonjol dibanding yang lainnya.

Melatih diri menjadi seorang yg rajin, taat dan setia disertai dengan keterampilan akan membawa kita pada level yg makin tinggi lagi. Sekedar catatan bagi pribadi yg mau dengan rendah hati belajar.

repost from my another 'old' post  : http://just4relax-anderson.blogspot.com/2011/01/lets-talk-about-2c-commitment-and.html

Feb 7, 2014

flappy bird it's just a floppy disc

2 hari lalu saya dikenalkan teman saya sebuah game simple namun berefek jera, sebut saya burung mengepak.
inti permainan sih setiap tab (sentuh layar) the bird will flappy. Seharusnya ini mudah tp cukup membuat orang yang mainnya bisa emosi upstair.
berikut tips yg bisa saya berikan pd anda2 yg sudah frustasi dgn si flappy bird ini:

1. calm and fokus
2. beri target yg meningkat dari 10, kemudian 20 , lalu 30 dst untuk dilampau.
3. the last but the important thing is, ritme / irama. Seperti anda wkt bermain musik pasti mengenal ketukan 1/4, 2/4, 3/4.
ketukan disesuikan dgn pipa2 yg meninggi atau merendah. ketukan tab anda sesuai kondisi tsb.

enjoy the game.. ;)

Dec 31, 2013


Jesus did not die so you could have religion. He died so we could all have a deep, intimate, personal relationship with God, through Him.


–JoyceMeyer-

Dec 15, 2013

kehidupan baru dalam kekekalan

C.S Lewis menggambarkan konsep kekekalan dengan baik pada halaman terakhir dari "the Chronicles of Narnia", sebuah seri tujuh buku fiksi anak-anak,  seperti ini :

"Bagi kita ini adalah akhir sebuah kisah... Tetapi bagi mereka itu hanyalah awal dari kisah sebenarnya. Seluruh kehidupan mereka di dunia ini... hanyalah sampul dan halaman judul: sekarang akhirnya mereka memulai Bab Satu dari Kisah Besar ini, yang belum pernah dibaca seorang pun di bumi, yang akan terus berlanjut dan yang setiap babnya lebih baik dari bab sebelumnya."

Satu-satunya waktu kebanyakan orang berpikir tentang kekekalan adalah pada saat pemakaman, dan sering hal itu bersifat dangkal, sentimental, yang didasarkan pada ketidakpahaman. Mungkin kita merasa tidak wajar berpikir tentang kematian, tetapi sebenarnya tidak sehat bagi kita unutk hidup dengan menyangkali kematian dan tidak memikirkan hal yang tidak dihindari. Hanya orang bodohlah yang melewati kehidupan tanpa bersiap untuk menghadapi apa yang tidak dapat dihindari. Kita perlu lebih banyak memikirkan tentang kekekalan.

Sama seperti sembilan bulan yang kita habiskan dalam rahim ibu kita, itu bukanlah akhir, demikian juga dengan kehidupan sekarang adalah persiapan untuk kehidupan yang akan datang. Jika kita mempunyai hubungan dengan Tuhan yang telah dipulihkan melalui Putra-Nya yang Tunggal, Yesus Kristus, kita tidak perlu takut mati karena itu adalah pintu menuju kekekalan. Seperti yang Alkitab katakan bahwa dunia ini bukanlah rumah kita, karenanya kita menantikan untuk pulang ke rumah kita di sorga.

Kematian bukanlah akhir, namun awal sebuah kehidupan baru dalam kekekalan.